logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

Geliat GUPPI di Ujung Banten: Menenun Gizi, Merajut Prestasi.

Di tengah riuhnya dinamika dunia pendidikan modern yang menuntut adaptasi tanpa henti, sebuah oase inspirasi justru lahir dari sudut Kabupaten Pandeglang, Banten. Tepatnya di kompleks pendidikan Sodong, dua institusi yaitu SMK Ar Ridho Sodong dan MTs GUPPI Sodong tengah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah halangan untuk mencetak prestasi gemilang dan tata kelola institusi yang unggul.

Kisah kedua sekolah ini bukan sekadar cerita tentang kegiatan belajar-mengajar konvensional. Ini adalah narasi tentang kepemimpinan visioner, keberanian berinovasi di tengah tantangan, serta komitmen mendalam untuk menyejahterakan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa hingga tenaga pendidik.

Geliat ini kian kokoh seiring langkah Pesantren Ar Ridho yang saat ini tengah giat melakukan pembenahan menyeluruh. Kehadiran pesantren ini diharapkan dapat menjadi pilar strategis dalam menyokong gerakan usaha pembaruan pendidikan Islam di Pandeglang yang dimotori oleh GUPPI.

Mengubah Stigma Menjadi Multiplier Effect

Banyak institusi pendidikan di berbagai daerah sempat merasa cemas ketika program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan. Isu miring seputar rumitnya administrasi hingga kendala operasional kerap menghantui. Namun, di SMK Ar Ridho Sodong Pandeglang, narasi tersebut diputar balik 180 derajat. Di bawah kepemimpinan TB Dadi Mulyadi, program MBG tidak hanya berjalan mulus, tetapi menjelma menjadi motor penggerak kebugaran siswa sekaligus pilar penguatan finansial lembaga.

Kesehatan fisik adalah gerbang utama menuju kualitas akademik yang prima. Di SMK Ar Ridho, kepastian asupan gizi harian melalui program MBG langsung dirasakan dampaknya pada tingkat kebugaran para siswa.

Dengan raga yang sehat, daya tangkap belajar dan tingkat fokus di dalam kelas meningkat secara signifikan. Energi positif ini turut mengalir ke dalam program penguatan karakter siswa, seperti kegiatan Musalima (Murid dan Santri Ta’lim Bersama) yang rutin dilaksanakan setiap malam. Para siswa menunjukkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa dalam mengikuti rangkaian kegiatan akademik maupun keagamaan yang padat.

“Asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang terbukti menjadi bahan bakar utama bagi kesiapan mental dan fisik siswa. Ketika raga sehat, daya tangkap belajar dan semangat berprestasi pun ikut meletup,” ungkap pihak sekolah menggambarkan antusiasme para peserta didik.

Keberhasilan SMK Ar Ridho tidak lepas dari kemampuan sekolah dalam membaca peluang secara luas. TB Dadi Mulyadi, yang juga aktif sebagai koordinator bidang investasi di organisasi IKM UMKM Pandeglang, paham betul bahwa program besar harus melibatkan ekosistem lokal.

Sekolah ini sukses membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi antara UMKM, BUMDes, dan Koperasi Investor. Langkah ini menjadikan MBG tidak berhenti pada urusan perut di lingkungan sekolah saja, melainkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar Pandeglang.

“Sekolah tidak boleh hanya mendidik, tetapi juga harus mampu menggerakkan masyarakat,” begitu kata TB Dadi Mulyadi.

Kekhawatiran bahwa program berskala besar akan mengganggu jam pelajaran sama sekali tidak terbukti di SMK Ar Ridho. Melalui pembagian tugas yang jelas dan sistem koordinasi yang solid, proses distribusi serta pengawasan MBG dilakukan secara mandiri di luar jam-jam krusial akademik. Ritme Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan sangat kondusif tanpa ada distraksi.

Dampak finansial dari tata kelola yang transparan ini juga dirasakan langsung oleh para guru dan staf melalui sistem bagi hasil saham MBG. Besaran bagi hasil disesuaikan dengan kepemilikan saham telah memberikan rasa kepemilikan (sense of belonging) yang tinggi. Alhasil, dedikasi dan produktivitas para pengajar melonjak drastis dibanding semester-semester sebelumnya.

Mercusuar Pendidikan Islam yang Progresif

Bergeser ke kancah pendidikan menengah pertama, MTs GUPPI Sodong terus menunjukkan semangatnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang dinamis, progresif, dan konsisten melahirkan generasi unggul. Di bawah naungan nilai-nilai keagamaan, madrasah ini tidak sekadar berfokus pada transfer ilmu pengetahuan (cognitive domain), melainkan pembentukan mental, spiritual, dan kecerdasan emosional secara holistik.

MTs GUPPI Sodong merancang kurikulum dan metode pembelajarannya sedemikian rupa untuk merangsang kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Keunggulan intelektual ini disandingkan secara seimbang dengan pembiasaan ibadah harian yang disiplin.

Suasana KBM dirancang berpusat pada siswa (student-centered learning) yang kontekstual dan menyenangkan. Penilaian yang diterapkan pun bersifat komprehensif, melihat proses perkembangan siswa secara menyeluruh, bukan sekadar hasil akhir ujian.

“Kami ingin anak-anak pulang tidak hanya membawa nilai, tetapi juga akhlak,” ujar Nita Sujiati.

Konsistensi pembinaan di MTs GUPPI Sodong terbukti dari deretan piala kejuaraan yang berhasil dibawa pulang oleh para siswanya di berbagai tingkatan:

  1. Bidang Kepramukaan: Meraih Juara Umum dalam kegiatan LPPG Kecamatan Saketi, Juara Umum lomba LASTAPRAMA 2025 tingkat Kabupaten Pandeglang, Juara Lomba Wide Game tingkat Provinsi Banten, hingga dipercaya menjadi utusan daerah dalam ajang bergengsi Jambore Nasional.
  2. Bidang Olahraga: Selalu mendominasi dan meraih Juara Umum dalam Lomba Gerak Jalan tingkat Kecamatan Saketi.
  3. Kompetisi Umum: Aktif dan sukses menjuarai berbagai ajang perlombaan akademik maupun non-akademik di tingkat regional.
  4. Pembiasaan Karakter dan Madrasah Ramah Anak

Komitmen madrasah dalam membangun lingkungan yang aman dan menyenangkan tercermin dari konsep Madrasah Ramah Anak. Setiap pagi, para guru menyambut siswa di gerbang sekolah dengan senyum dan sapa hangat.

Agenda pembiasaan harian tertata rapi untuk membentuk karakter disiplin dan religius:

  1. Setiap Hari: Tadarus Al-Qur’an selama 10–15 menit sebelum KBM.
  2. Senin: Upacara bendera khidmat.
  3. Selasa: Senam sehat bersama untuk menjaga kebugaran jasmani.
  4. Rabu: Sholat Dhuha berjamaah 15 menit sebelum KBM.
  5. Kamis: Membaca Hadorot, hafalan surat-surat pendek, serta doa harian.
  6. Tengah Hari: Sholat Dzuhur berjamaah di musolah madrasah.

Pertumbuhan kuantitatif dan kualitatif di kompleks pendidikan ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi. Berdasarkan data tahun ajaran ini, MTs GUPPI Sodong mencatatkan penerimaan siswa baru sebanyak 72 orang, sehingga total keseluruhan siswa kini mencapai 195 orang, yang dibimbing oleh 13 orang tenaga pendidik profesional.

Dukungan finansial melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimanfaatkan secara optimal untuk membiayai seluruh kebutuhan operasional non-personalia, mulai dari pemeliharaan sarana prasarana, pengadaan buku, hingga honor guru demi menjaga mutu layanan pendidikan. Kehadiran program MBG di madrasah ini juga memberikan dukungan sekunder yang nyata dalam mendongkrak tingkat kehadiran serta semangat siswa datang ke sekolah setiap hari.

Kendati dibanjiri prestasi dan apresiasi, kedua lembaga di bawah naungan GUPPI Sodong ini tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung serta mobilitas tenaga pendidik masih menjadi PR bersama yang terus diupayakan solusinya.

Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah memadamkan semangat juang para pendidik dan siswa. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Kantor Kementerian Agama, masyarakat, serta para pemangku kepentingan, SMK Ar Ridho dan MTs GUPPI Sodong optimis untuk terus melangkah maju.

Menyokong Gerakan Pembaruan

Geliat gemilang MTs GUPPI Sodong dan SMK Ar Ridho kini menemukan momentum puncaknya melalui penataan ulang peran strategis Pesantren Ar Ridho. Saat ini, pesantren tersebut tengah berbenah secara intensif untuk memperkuat infrastruktur kelembagaan, kurikulum, serta kapasitas pengasuhannya.

Pembenahan ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan ikhtiar besar untuk menjadikan Pesantren Ar Ridho sebagai jantung ekosistem yang menyokong gerakan usaha pembaharuan pendidikan Islam di Pandeglang. Dengan berkolaborasi erat bersama jaringan GUPPI, pesantren ini disiapkan untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya matang secara spiritual dan fasih ilmu agama, tetapi juga memiliki ketrampilan adaptif, kemandirian ekonomi, dan daya saing tinggi menghadapi tantangan zaman.

Menyalakan Harapan dari Banten

Transformasi yang terjadi di Sodong Pandeglang membuktikan bahwa kemajuan pendidikan tidak terjadi dalam semalam. Ia adalah akumulasi dari kepemimpinan yang berani mengambil peran, dedikasi guru, dukungan masyarakat, serta keterpaduan program pemerintah yang dikelola dengan integritas tinggi.

Dari Sodong, sebuah kampung kecil, tidak jauh dari pusat Mathlaul Anwar Pandeglang, sebuah pesan kuat bergema ke seluruh penjuru Pandeglang, bahwa ketika pendidikan Islam digerakkan di atas fondasi iman, kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola yang bersih, maka madrasah dan pesantren tidak lagi sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rahim peradaban tempat menumbuhkan harapan dan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, dan bermartabat.

Mungkin Pandeglang bukan kota besar. Mungkin Sodong hanya sebuah titik kecil di peta Banten. Namun sejarah sering lahir dari tempat-tempat sederhana. Di tengah keterbatasan, GUPPI bersama MTs GUPPI Sodong dan SMK Ar Ridho sedang membuktikan bahwa pembaruan pendidikan tidak selalu dimulai dari gedung megah, melainkan dari gagasan yang dikerjakan dengan konsisten.($)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

31