Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...

Jakarta – Menjawab tantangan dan dinamika perubahan zaman yang semakin komplek, Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) perlu menajamkan langkah gerakan ke depan.
Demikian salah satu point penting yang merupakan hasil diskusi GUPPI yang bertempat di Universitas Yarsi Jakarta yang dihadiri beberapa tokoh Pendidikan seperti Fasli Jalal (Rektor Univ Yarsi), Amich Alhumami (Deputi Bappenas), Adlin Sila dan Tatang Muttaqin (Staf Ahli Kemendikbud). Mereka diundang dalam kapasitasnya untuk memberi masukan apa yang sebaiknya dilakukan oleh GUPPI sebagai salah satu organisasi kependidikan dan mitra pemerintah memajukan dunia Pendidikan.
Hadir dalam forum konsultasi itu Imam Tolkhah (Ketua GUPPI), Nurhayati Djamas (Ketua Wanita GUPPI), Murtadlo (Peneliti Senior BRIN), Syamsudin (Mantan Karocan Kemenag), Suryadi nomi (Dosen UMJ), Rusdy Zakaria (Dosen UIN Jakarta) dan banyak tokoh lain serta para pengurus GUPPI dan Wanita GUPPI di ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Dalam masukannya, Fasli Jalal memandang bahwa GUPPI perlu mengoptimalkan peran keluarga dalam penguatan Pendidikan karakter anak. Dalam perubahan sosial yang cepat, lembaga keluarga perlu mendapatkan perhatian organisasi kependidikan seperti GUPPI untuk aktif mengantisipasi dan memperkuat karakter anak. GUPPI tidak cukup hanya mengurususi lembaga pendidikan formal saja, tetapi lembaga pendidikan informal dan nonformal seperti keluarga penting mendapat perhatian.
Sementara itu, Amich Alhumami memberikan evaluasi, sebagai organisasi yang pernah dibesarkan partai pemerintah di masa orde baru, kebanyakan organisasi seperti itu memang ketika lepas atau tidak lagi menjadi organisasi sayap biasanya melemah. Seperti hidup segan tapi tidak mati. Namun di lapangan, sesungguhnya terdapat salah satu organisasi sipil yang pernah menjadi organisasi sayap partai penguasa dan ketika terlepas dari pemerintah akhirnya mampu menjadi organisasi mandiri. Terlepas dari segala catatan bahwa kelompok ini maasih dalam tahapan pembinaan MUI, LDII berhasil menjadi komunitas yang mandiri dengan kekuatan ekonomi yang dibangunnya. Mungkinkah GUPPI dari aspek kemandirian bisa punya kemampuan yang sama, mengingat core bisnis GUPPI adalah dunia pendidikan yang didukung adanya asset lembaga pendidikan.
Adlin Sila, Staf Ahli Kemendikbud, menyatakan bahwa sesungguhnya kebijakan kurikulum Merdeka yang digulirkan Kemendikbud saat ini lebih membuka fleksibelitas dalam menggunakan metode pembelajaran dalam mewujudkan karakter diinginkan. Dengan kurikulum Merdeka, tujuan GUPPI membangun pendidikan untuk membangun peserta didik lebih berkarakter lebih leluasa, tuturnya.
Menjawab arah layanan lembaga pendidikan GUPPI, Suryadi Nomi yang dipercaya mengkoordinasikan Jaringan Satuan Pendidikan (JSP) GUPPI menjelaskan tentang belakangan ini mendiskusikan kegagalan pendidikan formal yang ada saat ini tidak maksimal menemukan talent masing-masing anak didik. Karena itu, Pendidikan dengan terobosan pendidikan yang menghasilkan talent semua peserta didik perlu dikembangkan. Sekolah multi talent menjadi salah satu jawabannya, Suryadi Mengaris bawahi.
Menanggapi ke arah mana GUPPI ke depan berperan, Murtadlo yang merupakan salah satu kontributor penyusunan Blueprint, mencoba menawarkan dari berbagai potensi yang ada dalam keormasan GUPPI, sebaiknya organisasi ini menyusun beberapa matra perjuangan. Ada yang sifatnya menjadikan GUPPI sebagai organisasi atau media komunikasi konsultasi usaha pembaruan pendidikan, ada yang focus pada penguatan layanan satuan pendidikan, ada juga focus pada penguatan kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan dan termasuk kemungkinan pendidikan yang memberi ruang. Menurutnya, Pengurus GUPPI perlu mempertajam hal itu dalam beberapa matra agar focus masing-masing matranya.
Lima Matra Haluan GUPPI
Dari hasil konsultasi tersebut, Tim SC Muktamar GUPPI segera menindaklanjutinya dengan menyusun matra perjuangan GUPPI ke depan. Bahan dari Blueprint yang pernah disusun sebelumnya, dikembangkan menjadi Garis Besar Perjuangan GUPPI. Namun supaya garis besar ini khas GUPPI, diskusi menyepakatinya menjadi Garis Besar Haluan GUPPI. Buku ini semacam arahan perjuangan GUPPI ke depan yang dipertajam dalam focus, program, startegi dan indicator untuk mengukur keberhasilannya.
Dalam usianya yang ke 74 (1950-2024), GUPPI menghadapi tantangan dunia pendidikan yang mengalami disrupsi dengan tantangan lokal maupun global yang semakin kompleks. Dalam perkembangannya, GUPPI telah mengalami beberapa fase perjuangan yang dinamikanya sangat ditentukan oleh kondisi internal dan eksternal GUPPI. Sejauh ini, keberhasilan GUPPI diakui belum semaju ormas Muhammadiyah, NU atau organisasi kependidikan yang datang kemudian seperti Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).
Hal itu disebabkan karena GUPPI masih sebatas potensi terserak yang belum ditata sedemikian rupa. Pada masa awal (1950-1965), GUPPI masih sebatas semangat para ulama dan praktisi pendidikan yang masih terbatas pada wilayah penyangga Ibukota negara Indonesia (Jawa Barat). Misi perjuangan saat itu, adalah memperjuangkan agar lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren mendapatkan layanan dan pembinaan langsung dari negara. Usaha itu berhasil diwujudkan di masa berikutnya. ;
Pada masa orde Baru (1965-1998), GUPPI berjaya menjadi ormas yang bersifat nasional, karena diakomodasi oleh kekuatan partai politik yaitu Golkar. Pada masa ini keberhasilan GUPPI ditandai dengan berkembangnya pengurus wilayah dan cabang GUPPI di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tanda yang lain, di masing-masing daerah berdiri lembaga pendidikan atas nama GUPPI yang saat itu mencapai sekitar 1200 lembaga pendidikan GUPPI.
Pada masa Reformasi (1998-2023), bersamaan dengan turunnya pamor partai berkuasa Golkar, GUPPI ingin kembali ke gerakan pendidikan dan menyatakan diri sebagai organisasi non partisan. Pilihan ini dilakukan untuk mengembalikan organisasi GUPPI untuk fokus pada penguatan layanan pendidikan.
Implikasi lain, dengan berpisahnya GUPPI dari Golkar menyebabkan satuan pendidikan GUPPI yang jumlahnya ratusan ini harus melakukan usaha survival sendiri-sendiri dengan daya dukung masing-masing. Sebagian kecil berhasil menjadi sekolah unggulan seperti Yayasan Pendidikan Ummushabri di Kendari, namun kebanyakan masih seperti sekolah swasta lainnya yang dengan sumber daya yang terbatas.
Bahkan tidak sedikit lembaga pendidikan GUPPI yang tutup atau mengalami akuisisi oleh pihak lain, menjadi yayasan yang sifatnya personal dan ada juga yang berhasil dinegerikan.
Saat ini setelah dunia mengalami disrupsi, khususnya semenjak dunia mengalami pandemi global Covid 19, dan tantangan pendidikan yang semakin kompleks serta tantangan bonus demografi di Indonesia yang menuntut kompetensi lulusan lembaga pendidikan harus mempunyai skills lebih, maka GUPPI Merasa perlu menata kembali gerakannya dengan menyusun Garis Besar Haluan (GBH-GUPPI).
Naskah GBH GUPPI ini menjadi bahasa penjelas beberapa amal usaha yang akan dilakukan GUPPI ke depan. GUPPI ke depan akan tampil dengan 5 matra haluan gerakan yang terdiri dari: 1) GUPPI sebagai organisasi Komunikasi dan Konsultasi Pembaruan Pendidikan Islam; 2) GUPPI sebagai Usaha Penguatan Layanan Satuan Pendidikan; 3) GUPPI sebagai Usaha Penguatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 4) GUPPI sebagai Usaha Penguatan Perempuan, perlindungan anak/remaja, penguatan pendidikan Keluarga; 5) GUPPI sebagai usaha penguatan komunitas/ekosistem lembaga pendidikan.
Kehadiran GBH GUPPI ini disusun yang semula semacam blueprint yang kemudian dikembangkan menjadi Garis Besar Haluan Gerakan. GBH GUPPI akan menjadi salah satu dokumen penting yang akan dihasilkan dan ditetapkan dalam Muktamar ke 7 GUPPI yang diselenggarakan pada tahun 2024 di Jakarta.
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Pengurus DPP GUPPI melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Syamsul Ulum...
Ketua Umum DPP GUPPI Fasli Jalal menghadiri acara Khotmul Qur’an...
DPD GUPPI Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi dengan para Kepala...
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, melakukan...
WMO (World Meteorological Organization) mengkonfirmasi bahwa tahun 2024 sebagai tahun...
© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam
Tinggalkan Balasan