Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...

Semarang – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI) mendorong penataan aset dan revitalisasi organisasi GUPPI di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali gerakan pembaruan pendidikan Islam di daerah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam agenda Muhibbah DPP GUPPI ke Undaris dan DPW GUPPI Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, 1–3 September 2026. Kunjungan ini tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga menghasilkan sejumlah langkah konkret terkait penyelesaian aset, persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil), serta penguatan jejaring kerja sama pendidikan.
Agenda Muhibbah tersebut merupakan tindak lanjut amanat Rapat Kerja DPP GUPPI pada 18 Juli 2026 di Ciputat, Tangerang Selatan. Tim DPP GUPPI dipimpin Sekretaris Jenderal DPP GUPPI Rusydy Zakaria, bersama Syamsuddin, Agus Sholeh, Hasan M. Noor, dan Aden Daenuri.
Ada tiga agenda utama yang dibawa dalam kunjungan tersebut. Pertama, melakukan penataan aset GUPPI di Jawa Tengah yang diharapkan dapat menjadi model penyelesaian persoalan aset GUPPI di daerah lain. Kedua, mendorong DPW GUPPI Jawa Tengah mempersiapkan Muswil karena masa kepengurusan akan berakhir pada 31 Maret 2027. Ketiga, membuka kembali komunikasi dan konsolidasi melalui program “Menyapa” dengan DPW GUPPI Jawa Tengah dan Undaris.
Aset GUPPI Perlu Ditata dan Diselamatkan
Salah satu agenda strategis Muhibbah adalah rapat gabungan penataan aset yang mempertemukan DPP GUPPI, DPW GUPPI Jawa Tengah, Undaris, dan DPD Golkar Jawa Tengah.
Dari DPD Golkar Jawa Tengah hadir Mohammad Sholeh, Ketua DPW Golkar Jawa Tengah, Yusuf Hidayat, Catur Agus Saptono, Muhammad Iqbal Wibisono. Sementara dari DPW GUPPI Jawa Tengah hadir Ketua DPW GUPPI Jawa Tengah Hono Sejati, Ida Zahara Adibah, Wakil Ketua DPW GUPPI Jawa Tengah, yang juga Rektor Undaris Semarang.
Forum tersebut menjadi momentum untuk memotret kondisi aset GUPPI di Jawa Tengah sekaligus membicarakan langkah penyelesaian terhadap aset yang masih menghadapi berbagai persoalan.
Bagi GUPPI, aset bukan sekadar persoalan administrasi atau kepemilikan. Aset merupakan bagian dari sejarah perjuangan organisasi dan harus dapat dijaga serta dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan gerakan pendidikan Islam.
Hasil rapat menyepakati agar DPW GUPPI Jawa Tengah segera menyampaikan surat kepada DPD Golkar Jawa Tengah untuk meminta dukungan penyelesaian aset yang bermasalah, dengan tembusan kepada DPP GUPPI.
Langkah tersebut akan dilanjutkan dengan penyusunan dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPW GUPPI Jawa Tengah dan DPD Golkar Jawa Tengah sebagai acuan bersama dalam proses penataan aset.
DPP GUPPI berharap pengalaman Jawa Tengah dapat menjadi pembelajaran sekaligus model penyelesaian aset GUPPI di wilayah lain. Dengan demikian, persoalan aset tidak berlarut-larut, tetapi dapat diselesaikan melalui komunikasi, sinergi, dan langkah kelembagaan yang jelas.

Menjelang Muswil, Organisasi Perlu Dihidupkan Kembali
Agenda kedua yang tidak kalah penting adalah revitalisasi organisasi DPW GUPPI Jawa Tengah.
Masa kepengurusan DPW GUPPI Jawa Tengah akan berakhir pada 31 Maret 2027. Karena itu, persiapan Muswil perlu dilakukan sejak sekarang agar proses regenerasi kepemimpinan berlangsung tertib dan mampu menghasilkan kepengurusan yang lebih aktif, solid, dan responsif terhadap tantangan pendidikan Islam.
Kunjungan DPP GUPPI sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kondisi organisasi secara langsung. Dari hasil kunjungan, DPP melihat bahwa aktivitas organisasi di Jawa Tengah masih memerlukan penguatan dan konsolidasi.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan bersama. GUPPI Jawa Tengah memiliki sejarah dan potensi besar untuk kembali tampil sebagai kekuatan pembaruan pendidikan Islam. Karena itu, revitalisasi organisasi tidak cukup hanya dengan membentuk struktur kepengurusan, tetapi harus diikuti dengan program nyata, komunikasi yang intensif, serta kemampuan membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
Muswil nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum kebangkitan kembali GUPPI Jawa Tengah.
Undaris dan Penguatan Ekosistem Pendidikan
Muhibbah DPP GUPPI juga menyasar Undaris yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar No. 13, Ungaran, Kabupaten Semarang. Dalam pertemuan tersebut juga tampak Ketua Pembina Siti Farida, Ketua Pengurus Amir Mahmud, dan Rektor Undaris Dr. Ida Zahara Adiba. M. Si.
Undaris berdiri pada 1982 atas prakarsa KH M. Mansyur dan Dr. K.H. Mustain Romli di atas lahan sekitar 5,5 hektare. Dalam kunjungan tersebut, Undaris turut memfasilitasi rapat gabungan para pemangku kepentingan dalam membahas penataan aset.
Di samping persoalan aset, DPP GUPPI melihat bahwa Undaris masih membutuhkan dukungan untuk pengembangan infrastruktur kampus. Hal ini menjadi bagian dari pembicaraan mengenai bagaimana lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang tersebut dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
UNDARIS merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di bawah Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan ijin KOPERTIS Wilayah VI No. 1884 /K/Kop.VI/XI/1982, tertanggal 4 Nopember 1982.
Pada awal berdirinya, UNDARIS memiliki 3 (tiga) fakultas yaitu: Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kemudian berdiri Fakultas Agama Islam berdasarkan ijin KOPERTAIS Wilayah X No. 2 Tahun 1986 tertanggal 20 Oktober 1986. Selanjutnya pada Tahun 1995 berdiri Fakultas Peternakan. Dan pada tahun 1998 berdiri Fakultas Ekonomi.
Status Akreditasi semua Program Studi di lingkungan UNDARIS berdasarkan pada SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional adalah B.
Jumlah total mahasiswa aktif di Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) Ungaran tercatat sekitar 1.200 orang berdasarkan data statistik perguruan tinggi swasta.
Dalam sambutannya, Rektor Undaris Dr. Ida Zahara Adiba. S. Ag. M. Si, menyatakan pihaknya berkomitmen mencetak wirausahawan muda yang berakhlak mulia dan unggul dalam bidangnya. Dengan dukungan teknologi dan pendekatan Islami, Undaris berusaha menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi. Karena itu para mahasiswa dapat mengembangkan potensi terbaik melalui pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.

Muhibbah yang Berujung pada Aksi
Kunjungan juga dilanjutkan dengan agenda silaturahmi dan audiensi dengan jajaran Kementerian Agama di Jawa Tengah.
Rencana pertemuan dengan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mudjab, belum dapat terlaksana karena yang bersangkutan mendapat tugas mendadak ke Banjarnegara. Sebagai gantinya, tim DPP GUPPI bersilaturahmi dengan mantan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Achmadi.
Tim kemudian beraudiensi dengan Kepala Balai Diklat Agama Semarang, Suyatno. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama kolaboratif antara GUPPI dan Balai Diklat Agama Semarang, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Muhibbah ke Jawa Tengah memberikan gambaran langsung kepada DPP GUPPI mengenai kondisi organisasi, aset, dan jejaring pendidikan di daerah. Lebih penting lagi, kunjungan tersebut berhasil membuka kembali ruang komunikasi yang sebelumnya belum berjalan optimal.
Ada sejumlah agenda yang perlu segera ditindaklanjuti yaitu surat DPW kepada DPD Golkar Jawa Tengah, penyusunan MoU penataan aset, inventarisasi dan pemetaan aset, persiapan Muswil, penguatan Undaris, serta penjajakan program kolaboratif dengan Balai Diklat Agama Semarang.
Dengan demikian, Muhibbah bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia menjadi titik awal konsolidasi dan aksi bersama.
DPP GUPPI berharap komunikasi yang telah terbangun selama kunjungan tersebut terus dilanjutkan. Aset yang selama ini menjadi persoalan perlu ditata dan diselamatkan. Organisasi yang belum bergerak optimal perlu direvitalisasi. Sementara jejaring pendidikan perlu diperluas agar GUPPI semakin mampu memberikan kontribusi nyata.
Semangat yang dibawa sederhana yaitu menyapa, mendengar, menyatukan langkah, dan bergerak bersama.
Dari Jawa Tengah, DPP GUPPI ingin memastikan bahwa gerakan pembaruan pendidikan Islam tidak berhenti sebagai nama dan sejarah, tetapi terus hidup melalui organisasi yang aktif, aset yang produktif, dan program pendidikan yang memberi manfaat bagi masyarakat. (Tim Media GUPPI).
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
DPP GUPPI mendorong sekolah dan Madrasah GUPPI menjadi ruang yang...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI)...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam
Tinggalkan Balasan