Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...

Selama ini, penilaian sikap siswa dalam buku nilai dilakukan oleh wali kelas atau dewan guru. Namun menurut Prof. Dr. dr. Syamsuridjal Djauzi, sebenarnya yang paling lama bergaul dengan siswa adalah teman sekelasnya. Teman-teman sekolahnya punya persepsi apakah dia teman yang baik atau tidak.
“Selama ini, penilaian sikap siswa dalam buku nilai sekolah dilakukan oleh wali kelas atau dewan guru. Namun, sebenarnya yang paling lama bergaul dengan siswa tentu adalah teman sekelasnya. Teman-teman sekolahnya punya persepsi apakah dia teman yang baik atau tidak,” kata Prof. Syamsuridjal Djauzi, dalam dialog ringan, Ahad, 23 November 2025 .
Menurut Prof. Samsuridjal, penilaian teman sebaya tidak perlu dilakukan dengan penilaian yang rumit-rumit, namun harus berkelanjutan.
“Pada tahap awal, penilaian teman sebaya dapat dilakukan dengan cara sederhana. Setiap bulan, seorang siswa akan memberikan nilai dari teman-teman sekelasnya yang disampaikan secara rahasia,” tambahnya, yang merupakan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Ia kemudian mencontohkan model lembar penilaian yang sederhana sehingga para siswa tidak merasa sulit untuk menilai kawannya.
“Para siswa cukup dibekali dengan lembar nilai sederhana dengan skala, yaitu Sempurna: 100, Baik sekali: 80, Baik: 60, Sedang: 50, Kurang: 40 dan Kurang sekali: 20,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian dari teman sebayanya itu harus dilakukan secara kontinyu sehingga cukup efektif untuk melihat kemampuan dan semangat para siswa.
“Setiap bulan, seorang siswa akan menerima nilai dari teman-teman sekelasnya. Nilai ini dapat dibandingkan dengan penilaian guru atau wali kelas. Dengan demikian, siswa dapat memahami bagaimana teman-temannya memandang dirinya dan dapat meningkatkan kualitas dirinya,’ tambah Prof. Samsuridjal yang juga anggota Dewan Pakar DPP GUPPI.
Bagi Prof. Samsurdijal, penilaian dari teman-temannya dapat meningkatkan semangat perbaikan, karena itu guru perlu memberi apresiasi kepada siswa yang berprestasi
“Penilaian teman sebaya juga dapat meningkatkan semangat perbaikan. Boleh juga nama siswa yang dapat skor tertinggi diumumkan. Ini dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas dirinya dan menjadi teman yang lebih baik,’ ujarnya.
Namun ia juga mengingatkan agar penilaian teman sebaya dilakukan dengan cara yang adil dan objektif.
“Penilaian teman sebaya harus dilakukan dengan cara yang adil dan objektif. Karena itu guru atau wali kelas harus memantau proses penilaian dan memastikan bahwa siswa tidak melakukan penipuan atau manipulasi,’ ujarnya.
Prof. Samsulridjal yang pernah menjadi Direktur RS Kanker Dharmais Jakarta ini menilai bahwa penilaian dari temannya, atau penilaian teman sebaaya ini perlu dikembangkan, dan tidak hanya terpaku dari para gurunya.
“Dengan penilaian teman sebaya, siswa dapat belajar untuk menjadi teman yang lebih baik, meningkatkan kualitas dirinya, dan memahami bagaimana teman-temannya memandang dirinya. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif,” ujarnya.
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Transformasi pendidikan tidak selalu dimulai dari perubahan kurikulum yang rumit...
Buku Keluar dari Kemiskinan karya Prof. Samsuridjal Djauzi, tidak berhenti...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
WMO (World Meteorological Organization) mengkonfirmasi bahwa tahun 2024 sebagai tahun...
© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam
Tinggalkan Balasan