logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

FASLI JALAL BUKA RAKERNAS GUPPI 2026 DI KENDARI. DORONG BANGUN KEMITRAAN STRATEGIS

Kendari (GUPPI) – Ketua Umum DPP GUPPI Fasli Jalal secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GUPPI yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara di Kendari, Jum’at,  9 Januari 2026.

Rakernas yang mengambil tema “Penguatan Kemitraan Strategis dalam Usaha Pembaruan Pendidikan Islam di Era Global”, dihadiri oleh Pengurus DPP GUPPI, DPW GUPPI, DPD GUPPI, Dewan Penasehat, Dewan Pakar. Tampak juga sejumlah tokoh dari lembaga Mitra GUPPI dan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Fasli Jalal mengatakan bahwa Rakernas GUPPI, yang merupakan rangkaian dari kegiatan Silaturahmi Nasional GUPPI, dilakukan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan dan untuk mempersiapkan GUPPI dalam memainkan perannya di masa-masa yang akan datang.

“Rakernas ini bertujuan untuk mempersiapkan program kerja DPP GUPPI setahun ke depan, agar GUPPI dapat segera memainkan perannya di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di Indonesia,” kata Fasli Jalal.

Fasli mengungkapkan bahwa GUPPi akan terus membangun kemitraan dengan semua pihak untuk melakukan perbaikan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Ini juga seperti yang dilakukan oleh KH Ahmad Sanusi saat mendirikan GUPPI tahun 1950 yang dihadiri oleh ratusan tokoh Islam di Jawa Barat.

Tagline kita ke depan adalah meningkatkan kemitraan dengan semua pihak, termasuk dengan Pemerintah. Jadi kita berupaya di mana pun kita bisa bermitra, kita siap bekerjasama. Kapan kita bisa mengundang mitra untuk berkegiatan yang kita siapkan dan kalau memang ada clustering organisasi yang telah ada untuk pendidikan Islam, kita selalu siap,” tambah Fasli Jalal.

Ia juga mengungkapkan apresiasinya kasih atas kehadiran dan dukungan dari Pengurus DPW dan DPD GUPPI serta sejumlah mitra GUPPI yang bisa hadir langsung di Rakernas GUPPI kali ini.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungannya di Rakernas GUPPI ini dari lembaga mitra. Ada dari Adabiah Padang, Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang. Diniyah Putri Pekanbaru, Diniyah Putri Lampung, Perguruan Al Azhar Jambi, Perguruan INS Kayutanam Padang, Madrasah Istiqlal Jakarta, Fajar Hidayah Bogor dan Undaris GUPPI Semarang,” ungkap Fasli Jalal. 

Fasli Jalal mengungkapkan kenapa Rakernas GUPPI kali ini dilakukan di Kendari Sulawesi Tenggara, bukan di Jakarta, Jogjakarta atau Padang.

“Kenapa Bapak Ibu kami ajak ke Kendari biar bisa bertemu di Ummusshabri ? Sebenarnya kita bisa melakukannya di Surabaya, Jogja, Bandung, Padang atau di Jakarta. Tapi kata orang seeing is believing. Jadi kalau kita lihat, baru kita yakin. Nah, mudah-mudahan kedatangan Bapak dan Ibu di sini bisa melihat bagaimana Ummusshabri International Expo yang digagas oleh Perguruan Ummusshabri dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ummusshabri ini adalah contoh konkrit bagaimana perjuangan GUPPI di Sulawesi Tenggara,” kata Fasli Jalal.

Terkait dengan Rapat Kerja Nasional DPP GUPPI, Fasli Jalal menyampaikan empat hal yang menjadi rencana dan harapan kepengurusan DPP GUPPI 4 tahun ke depan.

Pertama adalah konsolidasi organisasi. Karena tanpa konsolidasi organisasi tidak mungkin kita akan bergerak ke depan.

“Kita mendata kembali pengurus yang lama dan mengembangkannya. Kemudian mengembalikan kepengurusan yang pernah ada dan bersiap-siap mengembangkan DPW-DPW baru yang belum ada, tapi ada madrasah, sekolah atau pesantren GUPPI disana,” katanya

Yang kedua adalah mendalami benar pendidikan Islam seperti apa yang mau kita capai. Kita perlu berjuang karena sebentar lagi akan ada RUU Sistem Pendidikan Nasional yang akan mengganti Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003.

“Itu dua ayat awal di UU SIsdiknas 2003 itu sangat inspiratif dan sangat islami. Ayat pertama di dalam undang-undang menjadi kiblat dari sebuah gerakan pendidikan di Indonesia, yaitu  pendidikan itu adalah usaha sadar dan terencana. Untuk apa? untuk menciptakan suasana belajar. Jadi suasana belajar dulu dan proses belajar,”

Yang kedua, katanya, di dalam ayat 2 itu selain untuk meningkatkan kemampuan dan martabat bangsa yang berwibawa dan seterusnya, tapi juga adalah untuk melahirkan lulusan yang beriman, bertakwa berakhlak mulia.

“Nah, dua ini menurut saya sangat Islam dan kita GUPPI sangat terbantu untuk menjabarkan ini. Jadi, mari kita jaga jangan sampai hilang dua ayat ini. Kalau hilang nanti turunannya PP segala macam akan berarti sulit. Jadi karena itu salah satu fungsi kita adalah menjaga, memberikan advokasi agar semua koridor pendidikan di Indonesia itu wajah keislamannya, pondasi pendidikan Islamnya makin lama makin kuat dan juga untuk melahirkan SDM yang bermartabat, yang unggul, tapi juga inklusif dan tentu harus berkeadaban dan misioner,” ujar Ketua Umum.

Yang ketiga adalah bagaimana cara kita memikirkan kemandirian dari yayasan maupun lembaga-lembaga pendidikan kita di GUPPI, baik itu madrasah, sekolah maupun pesantren.

“Tidak ada cara lain bagi kita adalah bagaimana GUPPI melahirkan pendidikan yang bermutu sehingga orang mau membiayai anaknya untuk semua upaya yang diperlukan untuk melayani anak mereka dengan bermutu,” tegasnya

Yang keempat, kita ingin lebih banyak lagi membangun kemitraan strategis.  Kita bersinergi dengan menjaga identitas masing-masing, menjaga sejarah mereka, keunikan mereka, tapi tidak menjadi hambatan untuk bersinergi dalam berbagai bentuk apapun.

“Kami di GUPPI ingin menjadi teman yang ramah untuk selalu berdialog mencari jalan keluar. Jadi usaha gerakan pembaruan tetap harus ada unsur barunya di tengah disrupsi, di tengah digitalisasi dengan berbagai konsep etika, moral, dan integritas kita,”

Dirinya berharap agar keempat hal ini bisa dicapai dengan makin banyak pengalaman dan kerjasama dalam bingkai kemitraan strategis GUPPI.

“Mudah-mudahan GUPPI bisa menjaga dan melahirkan insan-insan yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, tapi juga cerdas dalam segala dimensi keilmuan, termasuk cerdas teknologi dan makin memperkuat Islamnya. Karena itu kita akan membuat MOU dengan Kemendikdasmen dan Kementerian Agama, yang Insya Allah akan ditanda tangani di Kendari,” ungkap Fasli Jalal. (Tim Media GUPPI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43