logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

GUPPI AKAN ADAKAN MUKTAMAR – SIAPA KANDIDAT KETUA UMUM ?

Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam (GUPPI) akan mengadakan Muktamar yang ke 10 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Mei 2024 setelah beberapa kali tertunda akibat pandemi Covid 19. Muktamar GUPPI ke 10 akan dilaksanakan di Jakarta selama dua hari, yaitu pada 18 – 19 Mei 2024.

GUPPI merupakan organisasi Masyarakat Islam yang lahir tanggal 3 Maret 1950 di Sukabumi dengan nama “Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam” disingkat GUPPI. Dalam Muktamarnya pada penghujung tahun 90-an, namanya dirubah menjadi “Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam” dengan singkatan tetap GUPPI.

Perubahan kata “Gabungan” dengan “Gerakan” dan kata “Perbaikan” dengan “Pembaruan” pada dasarnya tidak bersifat substantif dalam arti tidak merubah tujuan dan cita-cita dasar GUPPI untuk melakukan revitalisasi, perbaikan dan pembaruan pendidikan Islam.

Muktamar mempunyai tugas dan kewewenangan sebagai wahana untuk penyampaian  laporan pertanggungjawaban  DPP GUPPI, periode  2011 – 2016, diperpanjang  dengan periode  2016 – 2021, diperpanjang kembali  2021 – 2024, melalui Rapat Pleno DPP GUPPI; Penyusunan Program Kerja DPP GUPPI  masa jabatan 2024 – 2029; Penyempurnakan  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GUPPI; dan Pengesahan  konsep Blueprint Pembaruan Pendidikan Islam  GUPPI.

Yang juga sangat penting dalam Muktamar ini adalah pemilihan Ketua GUPPI dan para pimpinan untuk kepengurusan DPP GUPPI periode 2024 – 2029 dan Penetapan Ketua Umum dan Sekretaris Umum DPP GUPPI masa Jabatan  2024 – 2029.  

Di Muktamar ini, akan hadir para utusan DPD GUPPI dari 34 propinsi, utusan Wanita GUPPI, utusan Badan Otonomo dan undangan.

Untuk agenda Muktamar sendiri, dimulai dengan pembukaan Muktamar pada Sabtu malam (18/5/2024) dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib, penetapan pimpinan sidang, penetapan peserta dan laporan Ketua Umum GUPPI periode 2021 – 2024.

Pada hari Ahad (19/5/2024) akan dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART, Pembahasan Blue Print/Program Kerja dan Pemilihan Calon Ketua Umum GUPPI periode 2024 -2029.

Penutupan Muktamar sendiri akan dilaksanakan dengan pembacaan keputusan Muktamar ke-10 oleh presidium sidang. Selain itu ada sambutan-sambutan antara lain Ketua Umum Demisioner, Ketua Umum Terpilih, dan amanat Dewan Pembina GUPPI sekaligus menutup Muktamar.

Calon Ketua Umum

Bursa calon Ketua Umum yang baru mulai menjadi bahan pembicaraan siapa calon pengganti Imam Tholkhah, yang sudah memimpin GUPPI selama dua periode.

Beberapa Pengurus DPP GUPPI menyebut sudah mengantongi sejumlah nama yang siap memegang tampuk kepemimpinan GUPPI dalam Muktamar GUPPI ke 10 nanti. 

Syamsuddin, mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama sudah mengantongi sejumlah nama calon Ketua Umum GUPPI Periode 2024 – 2028.

“Ada sejumlah nama yang mengemuka dalam diskusi-diskusi pengurus DPP GUPPI, namun belum terkonfirmasi dengan jelas. Ada birokrat, akademisi dan pengusaha. Tapi masih terbuka dengan nama-nama lain yang akan muncul”, kata Syamsuddin.

Apakah ada tokoh politik dalam bursa calon Ketua Umum GUPPI ? Syamsuddin mengaku akan lebih baik kalau GUPPI dipimpin oleh kalangan birokrat atau pengusaha, bukan politisi.

“Saya lebih sreg saja kalau ketuanya itu kalangan birokrat, akademisi atau pengusaha yang concern dengan upaya pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Biar GUPPI tidak masuk lagi ke wilayah politik seperti dulu”, tambah Syamsuddin yang sekarang produktif menerbitkan buku-buku motivasi.

Dirinya juga mengatakan tidak akan mencalonkan diri dalam muktamar yang akan datang, dan berharap ada tokoh yang lebih mumpuni.

“Melihat kondisi dan tantangan GUPPI saat ini kita perlu pemimpin yang sesuai dengan tuntutan masa depan pendidikan Islam dan pendidikan nasional kita. Kita berharap GUPPI dipimpin oleh tokoh yang dapat mewarnai dunia pendidikan nasional”, tambah Syamsuddin.

Sementara itu Rusydi Zakaria, dosen UIN Jakarta yang juga Ketua Pengarah Muktamar mengatakan bahwa Muktamar GUPPI X akan diadakan di Jakarta pada bulan Mei 2024. Muktamar ini tertunda sehubungan dengan adanya wabah Covid 19 yang melanda dunia tahun 2020.

“Muktamar GUPPI ke 10 seharusnya dilaksanakan tahun 2023 kemarin, namun karena adanya wabah Covid 19, maka baru akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024 ini”, kata Rusydi.

Rusydi juga mengatakan bahwa saat ini belum muncul satu figure yang paling menonjol untuk memimpin GUPPI yang akan datang.

“GUPPI ke depan menghadapi tantangan yang berat, selain karena kita baru lepas dari musibah Covid 19, namun kita juga menghadapi realitas mutu pendidikan kita yang masih rendah”, tambah Rusydi.

Karena itu dia berharap bahwa GUPPI akan dipimpin oleh seorang figure yang kuat, baik kompetensi leadershipnya maupun jaringannya.

“Kita memerlukan Ketua GUPPI yang sudah selesai dengan urusan dirinya, sehingga bisa membawa GUPPI ke arah usaha pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia yang lebih terarah”, harapnya. 

Senada dengan itu, Hasan M Noer, peneliti pendidikan alumni IAIN Jogjakarta mengatakan bahwa tidak mudah untuk mengembalikan GUPPI sebagai organisasi pembaharu Pendidikan di Indonesia.

“Kita menghadapi sikap skeptis masyarakat terhadap mutu lembaga pendidikan Islam, lemahnya visi dan misi kelembagaan, dan rendahnya daya saing lulusan lembaga pendidikan”, kata Hasan M Noer.

Karena itu menurutnya, harus ada upaya yang serius dan konstruktif dari pengurus GUPPI yang akan datang untuk terus melakukan pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia.

“Kita perlu Ketua Umum GUPPI yang bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Islam, menentukan visi dan misi pendidikan Islam yang progresif, menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi”, tambahnya. (gus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *