logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

GUPPI AKAN ADAKAN PELATIHAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BUKU TSAQOFAH ISLAMIYAH

Jakarta. GUPPI – Sebagai tindaklanjut dari Nota Kerjasama antara GUPPI dengan Darul Fatwa Islamic High School Council Australia, DPP GUPPI akan mengadakan kegiatan Pelatihan Implementasi Pembelajaran Buku Tsaqofah Islamiyah yang akan dilaksanakan di Kampus Pusdiklat Kementerian Agama Ciputat, 27 – 30 September 2025.

Kegiatan pelatihan kali ini akan diikuti oleh 40 Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar dan Pengurus GUPPI dari berbagai daerah.

Penanggung jawab kegiatan, Rusydi Zakaria, yang juga Sekretaris Jenderal DPP GUPPI mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk memberi perspektif baru bagi para kepala madrasah Ibtidayah dan Sekolah Dasar akan cara pandang dan pengalaman mengelola pendidikan Islam kekinian.

“Kita ingin memberi pengalaman baru bagaimana pengelolaan pendidikan Islam itu dilakukan secara efektif sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman. Karena itu kita bisa belajar bagaimana Darul Fatwa Australia mengelola sekola-sekolah Islam di Australia”, kata Rusydi Zakaria.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pelatihan nanti para peserta akan dikenalkan dengan buku Tsaqofah Islam yang dipakai oleh sekolah-sekolah Darul Fatwa Australia sebagai buku PAI bagi siswanya.

“Para peserta akan diperkenalkan dengan buku Tsaqofah Islamiyah yang digunakan di sekolah-sekolah Islam di Australia. Buku ini adalah buku pegangan siswa dalam pemahami ajaran Islam, semacam buku PAI yang kita pakai di sekolah dan madrasah di Indonesia,” tambah Rusydi.

Rusydi mengatakan bahwa buku Tsaqofah Islamiyah yang di gunakan di sekolah-sekolah Islam Australia itu juga sudah mendapat approval dari Universitas Al Azhar Kairo untuk mengetahui dan mendalami tentang akidah, akhlak dan ibadah yang diharapkan dapat memperkokoh keimanan dan keislaman para siswa.

“Buku Tsaqofah Islamiyah ini sudah mendapat approval dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir dan akan kita kaji bersama sehingga para peserta dapat memahami pembelajaran Pendidikan agama Islam secaa lebih komprehensif,” ujar Rusydi.

Tentang Tsaqofah Islamiyah Rusydi memberikan penjelasan lebih luas.

“Tsaqufa dalam bahasa Arab berarti menjadi cerdas, cekatan, cepat mengerti dan mengetahui.  Seorang yang tsaqif berarti seorang yang cepat dalam memahami. Juga berarti cepat dalam mempelajari. Selain pengertian tersebut, kata tsaqofah juga memiliki pengertian mengalahkan dan mendominasi, membentuk dan memperbaiki. Karena itu buku Tsaqofah Islamiyah ini kita kaji bersama untuk mendapat keluasan cara pandang dan cara beragama yang benar di tengah perkembangan dunia saat ini,” ungkap Rusydi.

Ia berharap para peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk beriteraksi dengan para peserta lainnya, termasuk dengan naras umber dari Australia.

“Kita berharap kawan-kawan peserta dapat berdiskusi dan sharing pengalaman tentang dunia Islam di belahan dunia Islam lainnya sehingga pembelajaran PAI di madrasah dan sekolah dapat membangun pemahaman Islam yang progresif, moderat dan rahmatan lil alamin,” ungkap Rusydi yang juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  

Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan Agus Sholeh mengatakan bahwa MOU antara GUPPI dan Darul Fatwa itu menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun peradaban Islam yang maju dan bermartabat.

“MOU antara GUPPI dengan Darul Fatwa Australia itu menunjukkan adanya kesamaan visi dan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan Islam, terutama pada sekolah-sekolah Islam swasta. Ada dua tujuan penting dari MOU itu yaitu bagaimana kita mereformasi dan memajukan pendidikan Islam dan mengembangkan keterlibatan masyarakat dalam memajukan pendidikan Islam,” kata Agus Sholeh.

Menurutnya, pelatihan guru dan kepala sekolah merupakan bagian penting dalam MOU tersebut untuk memberikan perspektif baru baru dalam mengelola sekolah-sekolah Islam di Indonesia.

“Dalam kerjasama ini kita akan melakukan pertukaran materi pendidikan dan praktik terbaik dalam mengelola pendidikan Islam yang berkualitas, terutama dalam pengembangan kurikulum modern yang memadukan ajaran Islam dengan kemajuan sains kontemporer,” tambah Agus Sholeh yang lama berkiprah di Kementerian Agama.

Agus memandang penting adanya kolaborasi dengan Darul Fatwa Australia ini ini agar dunia pendidikan GUPPI lebih terbuka dan tidak bersifat elitis dan ekslusif.

“Kita berharap agar kerjasama yang dilakukan GUPPI ini dapat mendukung masa depan pendidikan Islam Indonesia yang yang lebih baik, seperti yang menjadi visi dan misi GUPPI. Karena itu kerjasama GUPPI ini harus didukung oleh semua pihak sehingga sekolah dan madrasah kita dapat menjadi media dakwah yang efektif kepada masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara,” ujar Agus.

Agus menambahkan bahwa kegiatan pelatihan GUPPI ini baru dilakukan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar, sedangkan untuk jenjang RA/TK, MTs/SMP dan MA/SMA sedang disiapkan.

“Kita sedang menyiapkan rancang pelatihan untuk RA/TK, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. Moga-moga bisa dilaksanakan di tahun 2025 ini,” ungkap Agus. (Tim Media)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *