logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

GUPPI AKAN TERBITKAN BUKU PEREMPUAN PENGGERAK PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM

Jakarta (GUPPI) – DPP Wanita GUPPI akan menerbitkan buku tentang sepak terjang sejumlah tokoh perempuan di Indonesia yang dikenal menjadi penggerak perubahan masyarakat melalui dunia pendidikan Islam. Mereka adalah para pahlawan pendidikan, sosok yang dengan pengabdian dan ketulusan hati telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat dan rakyat di sekitarnya.

Ida Rosyidah, Koordinator penulisan buku Perempuan Penggerak Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia mengatakan beberapa waktu lalu bahwa ide penulisan para tokoh perempuan oleh GUPPI ini agar masyarakat memahami bahwa kaum perempuan juga banyak yang menjadi penggerak pembaruan pendidikan Islam, baik di tingkat lokal, regional maupun internasional.

”Ini tugas mulia bagi GUPPI untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kisah inspiratif para perempuan hebat yang telah berkontribusi langsung dalam pembangunan bangsa dan negara melalui karya nyata di bidang usaha pembaruan pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa tidak mudah untuk menarasikan para tokoh tersebut sehingga pengalaman dan perjuangan mereka dapat mudah dipahami.

”Kami akui tidak mudah untuk menarasikan pengalaman mereka dalam tulisan yang ringan dan mudah dipahami. Kami mencoba tidak terpaku oleh nama besar para tokoh, karena kami lebih melihat bagaimana mereka menggerakkan masyarakat melalui dunia pendidikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilaksanakan,” tambah Ida.  

Menurut Ida, tujuan GUPPI melakukan penulisan buku ini adalah untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kisah inspiratif para tokoh perempuan yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda namun punya kontribusi yang sama untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Apa yang dilakukan oleh GUPPI ini adalah untuk mengajak semua kalangan agar lebih mengenal para tokoh perempuan Indonesia yang memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dalam memperjuangkan akses pendidikan di tanah air. Sejumlah tokoh perempuan tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mengambil langkah nyata agar masyarakat mendapat hak yang sama dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang lebih baik,” kata Ida Rosyidah.

Buku ini kata Ida, dipersiapkan sekitar 6 bulan dan akan dipaparkan pada saat Silaturahmi Nsional GUPPI pada awal Januari 2026..

“Buku ini, Insya Allah, akan kami paparkan pada saat pelaksanaan Silaturahmi Nasional GUPPI di Kendari Sulawesi Tenggara pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. Ada sekitar 30 tokoh perempuan yang kami pandang layak untuk dipublikasikan, namun kali ini kami baru mengangkat sebanyak 12 tokoh. Para tokoh itu ada yang sudah meninggal, namun banyak juga yang masih aktif hingga kini,” ujar Ida dengan semangat.

Ia mengatakan bahwa perempuan merupakan pondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa, karena itu menjadi tugas Wanita GUPPI untuk memberi perhatian yang lebih baik.

“Perempuan merupakan pondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Di balik majunya prestasi pendidikan di Indonesia, terdapat sosok-sosok perempuan yang tulus dan tanpa pamrih telah berjuang demi mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tambah Ida Rosyidah.

Bagi Ida, kaum perempuan telah menunjukkan keberanian, kecerdasan, juga perannya yang luar biasa dalam berbagai peristiwa dan momen penting. Para perempuan tidak hanya menjadi pendukung, namun banyak pula kini yang menjadi pemimpin di tengah masyarakat. 

“Kaum perempuan dari masa ke masa telah menunjukkan keberanian, kecerdasan, juga perannya yang luar biasa dalam berbagai peristiwa dan momen penting. Saat ini kita lihat bagaimana para perempuan tidak lagi hanya menjadi pendukung, namun banyak pula yang kini memimpin di tengah masyarakat, baik itu politik, sosial maupun ekonomi,” tambah Ida Rosyidah, yang merupakan Dosen di FISIP UIN Jakarta. 

Ida juga menyebuat bagaimana Raden Ajeng Kartini, merupakan sosok yang paling sering dikenal jika membahas tentang tokoh inspiratif perempuan. R.A Kartini adalah pelopor emansipasi perempuan di Indonesia, melalui bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

“RA Kartini menyuarakan keprihatinannya terhadap ketidaksetaraan gender yang terjadi dan terbatasnya akses pendidikan bagi perempuan saat itu. Kartini menjadi sosok yang menginspirasi bagi banyak perempuan untuk maju dan berkembang. Karena itu menjadi tugas Wanita GUPPI untuk melanjutkan perjuangan Kartini tersebut dengan menujukkan karya-karya yang lebih hebat lagi untuk kemajuan masyarakat ,” ungkap Ida yang juga salah satu Pengurus DPP GUPPI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

42