Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...

Jakarta (GUPPI) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesediaannya untuk menghadiri dan membuka acara Silaturahmi Nasional Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (Silatnas GUPPI) 2026 yang akan dilaksanakan di Kendari pada hari Jum’at, 9 Januari 2026.
Menteri Agama menyatakan hal ini saat menerima kunjungan Pengurus DPP GUPPI yang dipimpin oleh Ketua Umum Fasli Jalal didampingi oleh sejumlah pengurus yaitu Bahrul Hayat, Syamsuddin, Rusydi Zakaria dan Aden Daenuri di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Desember 2025.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusi GUPPI selama ini dalam memajukan dunia pendidikan Islam di Indonesia. Saya merasa bahagia dan terkesan karena para pengurus GUPPI ini adalah orang-orang yang saya kenal baik pengabdiannya dalam dunia pendidikan,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menteri Agama menyatakan akan hadir di Kendari dan membuka acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) dan Ummushabri International Expo 2026.
“Insya Allah saya akan hadir dan membuka acara Silaturahmi Nasional GUPPI dan Ummushabri International Expo 2026. Bagi saya GUPPI itu bukan sesuatu yang baru, karena kiprahnya dalam dunia pendidikan sudah begitu lama. Karena itu kami juga akan terus mendukung GUPPI ke depan,” tambah Menteri Agama yang didampingi oleh Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Imam Syaukani dan Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu.
Lebih lanjut, Menag juga mengharap Kementerian Agama bisa meningkatkan kolaborasinya dengan GUPPI dalam peningkatan kualitas pendidikan dan keagamaan. Ia melihat, sementara ini, ada trend positif dari masyarakat untuk mewakafkan assetnya, namun belum tertangani secara baik.
“Kami berharap Kementerian Agama bisa meningkatkan kolaborasinya dengan GUPPI bukan hanya dalam peningkatan kualitas Pendidikan, namun juga dalam bidang keagamaan. Sebagai contoh, sementara ini, ada trend positif dari masyarakat untuk mewakafkan assetnya, namun hal itu belum tertangani secara baik. Penanganan tersebut, terutama dari sisi regulasi yang belum cukup mumpuni dalam pengelolaan wakaf,” kata Menag.
Namun dengan komposisi kepengurusan GUPPI saat ini dia optimis GUPPI akan mampu berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan berkiprah lebih baik untuk masyarakat.
“Dengan komposisi pengurus GUPPI saat ini saya optimis GUPPI dapat terus berkolanorasi dengan Kementerian Agama dan akan mampu berkiprah lebih baik untuk masyarakat,” kata Menteri Agama sambil menyebut sejumlah nama seperti Husni Rahim, Thib Raya. Marzuki Ali dan Abudin Nata.
Pertemuan antara Pengurus DPP GUPPI dengan Menteri Agama diawali dengan penyerahan 3 buah buku oleh Ketua Umum DPP GUPPI, Fasli Jalal, yaitu Rekonstruksi Sejarah GUPPI, Hasil Muktamar GUPPI XI tahun 2024 dan GUPPI Inisiatif : Refeleksi GUPPI tentang Pendidikan di Indonesia tahun 2024.
Dalam pertemuan tersebut Fasli Jalal menyampaikan kondisi eksisting GUPPI dimana GUPPI saat ini memiliki pengurus di 26 propinsi di seluruh Indonesia. Semua pengurus membina madrsah, sekolah Islam dan pondok pesantren.
“GUPPI saat ini tersebar di 26 propinsi dan membina ribuan sekolah, madrasah dan pondok pesantren, termasuk diantaranya adalah Pesantren GUPPI Samata di Kabupaten Goa Sulawesi Selatan dan Ummusshabri di Kendari,” ungkap Fasli Jalal.
Fasli menambahkan bahwa saat ini kiprah GUPPI lebih memfokuskan terhadap dunia pendidikan Islam, namun demikian ke depan tidak tertutup kemungkinan untuk menggarap bidang keagamaan.
“Selama ini sejak kelahirannya GUPPI lebih fokus pada bidang pendidikan Islam, sebagaimana namanya yaitu Gerakan Pembaruan Pendidikan Islam, namun demikian ke depan GUPPI bisa ikut menangani persoalan keagamaan. Dengan kehadiran Menteri Agama, maka ini akan menambah gairah para pengurus GUPPI dalam memajukan bangsa dan negara di bidang keagamaan,” kata Fasli Jalal.
Fasli Jalal kemudian menjelaskan kepada Menteri Agama bahwa GUPPI yang lahir pada tahun 1950 sudah banyak berkiprah dalam bidang pendidikan Islam di Indonesia. Dan saat ini GUPPI merupakan organisasi Islam yang independent, tidak terikat dengan salah satu partai atau kelompok.
“GUPPI lahir tahun 1950 dan mempunyai ribuan lembaga pendidikan Islam, baik itu sekolah, madrasah dan pondok pesantren, yang tersebar di hampir seluruh propinsi di Indonesia. Dulu GUPPI memang dekat dengan Partai Golkar, namun setelah Muktamar XI Tahun 1999, posisi GUPPI adalah independent dan terbuka dengan semua partai maupun kelompok dalam melakukan usaha pembaruan pendidikan Islam di Indonesia,” tambah Fasli.
Ditambahkan, bahwa GUPPI juga salah satu organisasi Islam yang ikut mendirikan Majlis Ulama Indonesia tahun 1975, bersama 9 organisasi Islam lainnya.
“GUPPI merupakan salah satu ormas Islam yang ikut mendirikan Majlis Ulama Indonesia (MUI), karena itu GUPPI akan membangun kolaborasi dengan semua ormas Islam dalam memajukan dunia pendidikan Islam di Indonesia agar umat Islam itu maju, sejahtera dan berdaya saing tinggi,” kata Fasli Jalal, yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Yarsi Jakarta. (Tim Media GUPPI)
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam Search Beranda Berita Artikel Agenda...
Pengurus DPP GUPPI melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Syamsul Ulum...
Ketua Umum DPP GUPPI Fasli Jalal menghadiri acara Khotmul Qur’an...
DPD GUPPI Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi dengan para Kepala...
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, melakukan...
WMO (World Meteorological Organization) mengkonfirmasi bahwa tahun 2024 sebagai tahun...
© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam
Tinggalkan Balasan