logo

Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

SMP Mataram Kasihan Kini Menjadi Sekolah Favorit di Bantul. Dulu Dipandang Sebelah Mata.

Bantul – Perjalanan SMP Mataram Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bukti bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat, budaya kerja yang positif, serta komitmen untuk terus meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Dua dekade lalu, sekolah ini pernah dipandang sebelah mata. Bahkan, pada awal tahun 2000-an SMP Mataram Kasihan dikenal sebagai sekolah yang banyak menerima anak-anak yang dianggap bermasalah. Namun, kondisi tersebut kini berubah drastis. SMP Mataram Kasihan menjelma menjadi salah satu SMP swasta favorit di Kabupaten Bantul yang dipercaya masyarakat karena kualitas layanan pendidikannya.

Kepercayaan masyarakat terlihat dari tingginya minat pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2025/2026. Setiap tahun sekolah mampu memenuhi kuota penerimaan sebanyak lima rombongan belajar atau sekitar 160 siswa. Bahkan, pada tahun ini jumlah pendaftar melebihi daya tampung sehingga sekolah terpaksa menolak calon peserta didik yang jumlahnya setara dengan lebih dari dua rombongan belajar.

Saat ini SMP Mataram Kasihan memiliki 459 peserta didik, sebuah capaian yang menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Kepala SMP Mataram Kasihan, Laila Salsabila, mengatakan bahwa pembatasan jumlah peserta didik dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjaga mutu layanan pendidikan.

“Kami memilih menerima siswa sesuai kapasitas sarana, prasarana, dan tenaga pendidik yang kami miliki. Kami tidak ingin mengecewakan kepercayaan orang tua maupun mengurangi kualitas pembelajaran yang selama ini kami bangun,” ujar Laila Salsabila, (Kamis, 25/6/2026).

Menurutnya, salah satu momentum penting yang semakin memotivasi seluruh warga sekolah adalah diraihnya GUPPI Award 2025 dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI).

“Setelah memperoleh GUPPI Award 2025, seluruh warga sekolah merasa semakin terpacu untuk bekerja lebih baik. Kami menyadari bahwa tanpa kami sadari, masyarakat dan DPP GUPPI memperhatikan kesungguhan kami dalam mendidik dan membina peserta didik. Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas sekolah,” katanya.

Salsabila juga mengungkapkan bahwa pada tahun lalu Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul sempat mengusulkan agar SMP Mataram ditetapkan sebagai sekolah unggulan. Namun, usulan tersebut belum diambil karena sekolah memilih fokus memperkuat fondasi mutu.

“Kami sangat menghargai kepercayaan itu, tetapi kami merasa belum cukup siap berada pada level tersebut. Bagi kami, yang lebih penting adalah membangun kualitas secara bertahap dan berkelanjutan daripada terburu-buru menyandang predikat unggulan,” jelasnya.

Prestasi Akademik Terus Meningkat

Selain meningkatnya jumlah peserta didik, kualitas akademik SMP Mataram Kasihan juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan.

Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMP Mataram Kasihan berhasil menempati peringkat ke-12 dari 47 SMP swasta se-Kabupaten Bantul. Sementara jika digabungkan dengan SMP negeri dan swasta, sekolah ini berada pada peringkat ke-48 dari 94 SMP se-Kabupaten Bantul.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa sekolah dengan biaya pendidikan yang terjangkau mampu bersaing secara akademik dengan sekolah-sekolah lain.

Mengusung slogan “Murah Tapi Berkualitas”, SMP Mataram Kasihan tetap menjaga kualitas input peserta didik melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru berbasis pemeringkatan nilai sehingga mutu akademik sekolah dapat terus dipertahankan.

Memasuki Tahun Pelajaran 2025/2026, Salsabila selaku Kepala Sekolah menetapkan sejumlah target strategis. Target pertama adalah mempertahankan keterpenuhan kuota lima rombongan belajar atau sekitar 160 peserta didik baru setiap tahun, di tengah persaingan yang semakin ketat antar sekolah swasta di Kabupaten Bantul.

“Tahun lalu masih banyak sekolah swasta yang belum mampu memenuhi kuota penerimaan murid baru. Alhamdulillah, kami tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Salsabila.

Selain mempertahankan jumlah peserta didik, sekolah juga memprioritaskan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi sebagai fondasi utama pembelajaran.

Untuk memperkuat prestasi akademik, tahun ini SMP Mataram Kasihan juga menambah kegiatan ekstrakurikuler khusus pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN).

“Kami berharap pembinaan yang lebih terstruktur mampu menghasilkan prestasi yang lebih maksimal pada berbagai ajang kompetisi, khususnya OSN,” tambahnya.

Hasil Kerja Keras Bertahun-tahun

Sementara itu, Ketua DPD GUPPI Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. H. Slamet, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina SMP Mataram GUPPI, menegaskan bahwa keberhasilan sekolah saat ini bukanlah hasil yang diperoleh secara instan.

“Perlu perjuangan dan kerja keras yang panjang untuk menjadikan SMP Mataram seperti sekarang. Tidak ada keberhasilan yang datang secara tiba-tiba. Semua lahir dari komitmen, kesabaran, dan kerja bersama seluruh warga sekolah.”

Ia memberikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, alumni, serta seluruh pihak yang telah menjaga semangat perubahan selama bertahun-tahun.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, seluruh warga sekolah, serta para alumni yang telah ikut membangun nama baik SMP Mataram. Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja kolektif yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.”

Menurut Slamet, penghargaan maupun meningkatnya kepercayaan masyarakat bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari budaya mutu yang terus dipelihara.

Transformasi SMP Mataram Kasihan menjadi bukti bahwa sekolah yang dahulu pernah dipandang sebelah mata mampu bangkit menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat.

“Dengan kepemimpinan yang visioner, budaya kerja yang sehat, serta semangat untuk terus belajar dan berbenah, SMP Mataram Kasihan kini tidak hanya menjadi salah satu SMP swasta favorit di Bantul, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa perubahan besar selalu berawal dari komitmen dan kerja keras yang dilakukan secara konsisten,” ungkap Slamet didampingi Ketua Komite Sekolah dan Pengurus Yayasan GUPPI lainnya. (shol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2025 - Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam

89